• Kolaborasi Angklung Edukasi (Kolase)

    Pentas Kolaborasi Angklung Edukasi (Kolase) yang diprakarsai oleh Indolecture bekerjasama dengan Prodi Angklung dan Musik Bambu ISBI Bandung ada perasaan seakan terhanyut dalam symponi yang indah yang menawarkan berbagai warna musikal. Diawali oleh tampilan Angklung Buncis dari Nanggerang, kesan ritus agraris begitu nampak  di mana kebersahajaan masyarakat perdesaan dipertontonkan secara natural. Tak selang berapa lama, muncul sebuah happening art dengan mengambil tajuk rajah zaman yang digagas oleh Komposer handal Dody Satya Ekagustdiman, mempertegas kembali seni tak sebatas tontonan, melainkan refleksi diri untuk saling mengontrol antara manusia dan lingkungan sekitar agar tidak terjadi eksploitasi yg menimbulkan kerusakan alam. Inilah pembuka yang berdaya magis yang membawa penonton di Sunan Ambu ISBI Bandung kembali mengingat masa lalu yang penuh makna.

    Selepas pergumulan dimensi sakralitas, masuk pada repertoar berikutnya yang menampilkan kelompok Angklung SMAN 5 Bandung. Geliat anak muda yang tengah mencari identitas diri ini melakukan unjuk kabisa melalui tiga buah lagu Pop yang tampil cheer full. Tak kalah hebatnya, sekelompok anak muda lain yang tergabung dalam Panda (Pasundan Dua) dan/atau SMA Pasundan dua Bandung, menyusul pada giliran berikutnya yang lagi-lagi membuat penonton terdiam dengan keanggunan kompositorik yang mereka mainkan. Betapa musik angklung bagaikan gemercik air yang menyejukkan yang tak henti terus mengalir.

     

    Segmen berikutnya tampil pemilik tempat,

  • Kunjungan Study SMP-SMA Plus Damar Bangsa ke Institut Seni Budaya Indonesia Bandung

      
    Bandung, Kamis (12/03/2020) Institut Seni Budaya Indonesia Bandung kembali menerima kunjungan dari sekolah. Kali ini dari SMP-SMA Plus Damar Bangsa, Sukabumi yang berkesempatan berkunjung ke Kampus “Centre of Creativity Based On Transformation” di Gedung Kesenian Sunan Ambu ISBI Bandung, Jl. Buah batu No. 212 Kota Bandung.

    Kedatangan mereka disambut langsung oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Sistem Informasi dan Kerjasama ISBI Bandung Dr. Suhendi Afryanto, S.Kar., MM., dengan wajah ceria khas siswa SMP-SMA dengan antusias mengikuti rangkaian acara kunjungan ini.
    Sambutan dari Pembina Yayasan SMA Plus Damar Bangsa, Bapak Sudamarto Rahmayudi, M.Pd. mengawali acara kunjungan ini. “Kami berharap setelah kunjungan ini, akan terjalinnya silaturahmi dan terbangunnya kerjasama antara ISBI Bandung dengan Yayasan Damar Bangsa, dan semoga siswa-siswi dapat lebih mengenal dan termotivasi untuk melanjutkan pendidikan ke bangku kuliah“,ujarnya.
    Beliau juga menyampaikan bahwa Yayasan Damar Bangsa selalu memilih destinasi yang akan menjadi sumber inspirasi bagi siswa-siswi untuk terus menimba ilmu. Hal ini dikarenakan masih sangat rendahnya minat siswa-siswi yang mau meneruskan pendidikan ke perguruan tinggi. Ia berkeinginan ISBI Bandung juga berkenan bersilaturahmi ke SMA Plus Damar Bangsa di Sukabumi dalam rangka memberikan dorongan semangat untuk mengenyam pendidikan lebih tinggi lagi.
    Dr. Suhendi Afriyanto, S.Kar., M.M.,  selaku Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Sistem Informasi, dan Kerjasama ISBI Bandung menyampaikan rasa bahagianya juga ucapan selamat datang kepada rombongan dari SMA Plus Damar Bangsa. Tidak lupa beliau menjelaskan secara singkat mengenai fakultas dan program studi yang ada di ISBI Bandung, dengan harapan siswa-siswi dari SMA Plus Damar Bangsa yang berminat ke jurusan seni dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi yaitu ISBI Bandung. Beliau memberikan motivasi bahwasannya lulusan perguruan tinggi seni tidak sulit dalam mencari pekerjaan asal dirubahnya paradigma lama yang masih dipegang oleh masyarakat luas yakni pekerjaan yang mapan adalah pekerjaan yang memiliki tempat bekerja dan penghasilan tetap. Di zaman milenial ini sudah banyak pekerjaan yang memiliki omset besar tanpa harus memiliki tempat yang wah bahkan sebelum luluspun para mahasiswa ISBI Bandung sudah banyak yang memiliki penghasilan sendiri dengan bermodal kemampuan yang didapatkan dari hasil belajar di ISBI Bandung.
    “Alumni ISBI Bandung banyak yang tidak mau bekerja kantoran, dikarenakan untuk pertunjukkan saja jika 3-4 kali mereka tampil selama sebulan di Bandung, mereka sudah mendapatkan hasil di atas UMR Bandung, padahal saat itu mereka masih berstatus mahasiswa. Dan banyak juga yang tersebar menjadi guru-guru seni, PNS, bekerja di perusahaan pariwisata dan lain sebagainya”, imbuhnya.

  • mirajnews.com "Pertama Kalinya, Konjen RI di Toronto Gelar Indonesian Street Festival"

    Toronto, MINA – Konsulat Jenderal (Konjen) Republik Indonesia di Toronto untuk pertama kalinya menyelenggarakan kegiatan Indonesian Street Festival (ISF) di pusat kota Toronto, Yonge-Dundas Square (YDS).

    Konjen RI Toronto, Hadi Sapto Pambrastoro dalam sambutannya ketika membuka ISF Toronto 2017 menyampaikan bahwa ISF Toronto merupakan kegiatan festival jalanan pertama Indonesia di Toronto dimaksudkan untuk mempromosikan perdagangan, pariwisata dan kekayaan budaya Indonesia.

    Melalui pengenalan kerajinan, seni budaya, kuliner dan sifat bangsa Indonesia yang ramah diharapkan akan dapat meningkatkan asimilasi dan keterikatan antara Indonesia, diaspora Indonesia dan masyarakat Kanada yang sangat majemuk, demikian keterangan pers Kemlu RI, Selasa (15/8).

    Festival sehari tersebut menjadi lautan manusia sehingga kawasan YDS yang cukup luas menjadi sempit karena membludaknya pengunjung. Selama tujuh jam festival yang dimulai pada pukul 11:00 pagi tersebut diperkirakan dikunjungi lebih dari 10.000 pengunjung dari berbagai kota di wilayah Ontario.

    Silk Holidays (Toronto) yang merupakan operator wisata dan travel agent yang menjual produk-produk wisata Indonesia baik secara ritel maupun wholesale serta maskapai penerbangan Cathay Pacific (Toronto) mencapai rekor pengunjung tertinggi selama partisipasi mereka pada pameran yang menjual paket wisata ke Indonesia selama ini.

    ISF Toronto 2017 semakin meriah dengan adanya penampilan musik dan tarian tradisional Indonesia. Grup kesenian dari Indonesia, Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung menampilkan berbagai tarian tradisional, yaitu: Rampak Kendang, Topeng, Gawil, Jaipongan, Pencak Silat yang diiringi oleh musik tradisional gamelan Sunda dan juga penampilan Kawih Pop Sunda oleh Rita Tila, penyanyi terkenal dari Jawa Barat. (R/R04/P2) Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

    http://mirajnews.com/2017/08/pertama-kalinya-konjen-ri-di-toronto-gelar-indonesian-street-festival.html

     

  • MoU ISBI Bandung dengan Universiti Teknologi MARA (UiTM) Cawangan Perak Malaysia Kampus Seri Iskandar

     
    (Foto: Kedatangan delegasi ISBI Bandung, yang disambut dengan persembahan tari selamat datang di negeri Perak oleh UiTM)

       
    (Foto: MoU ISBI Bandung dengan Universiti Teknologi MARA (UiTM) Cawangan Perak Malaysia Kampus Seri Iskandar)

    Malaysia (Rabu/26 Maret 2020) ISBI Bandung memenuhi undangan dari UiTM Cawangan Perak untuk melaksanakan penandatanganan MoU  yang dilaksanakan di kampus UiTM Cawangan Perak Malaysia Kampus Seri Iskandar pada tanggal 24-26 Februari 2020.
    Delegasi ISBI Bandung, yang dipimpin oleh Rektor ISBI Bandung, Dr. Een Herdiani, S.Sen., M.Hum., didampingi oleh Dekan FSRD Dr. Supriatna, S.Sn., M.Sn., Wakil Dekan FSRD Bidang Umum dan Keuangan Dr. Mohamad Zaini Alif, S.Sn., M.Ds., Ketua Prodi Seni Rupa Murni Teten Rohandi, S.Sn., M.Sn., Sekretaris Jurusan Kriya Seni Dyah Nurhayati, S.Sn., M.Sn., Sekretaris LPPM Agus Cahyana, S.Sn.,M.Sn., Kepala Bagian Akademik dan Kemahasiswaan Dede Priana, S.Sn., M.Si., dan Kepala Bagian Perencanaan, Kerjasama dan Hubungan Masyarakat Redhiana Langen Tresna, SE.Ak. Kedatangan delegasi ISBI Bandung disambut langsung oleh rektor UiTM Perak Prof. Sr. Dr. Md. Yusof Hamid dengan persembahan tari selamat datang di negeri Perak. Dalam sambutannya, Rektor UiTM mengatakan bahwa penandatanganan MoU ini adalah penandatanganan periode kedua selama 3 tahun kedepan dimana MoU periode pertama telah berakhir pada tahun ini. Rektor UiTM mengatakan bahwa selama periode 1 MoU ISBI Bandung dengan UiTM, telah banyak kerjasama yang dilakukan oleh kedua belah pihak seperti pertukaran dosen dan mahasiswa, pertukaran budaya, dan kerjasama program lainnya baik yg dilaksanakan oleh ISBI Bandung ataupun UiTM. Dengan dilanjutkannya MoU periode kedua ini Rektor UiTM berharap semakin terjalin kerjasama yang baik antara kedua belah pihak baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya. Diinformasikan pula bahwa dengan penandatanganan MoU ini, sudah mencakup MoU dengan seluruh 35 cawangan (cabang) UiTM yang ada di Malaysia.
    Rektor ISBI Bandung dalam sambutannya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi atas undangan dari UiTM. Berharap dalam MoU periode kedua ini dapat meningkatkan kerjasama akademik antara ISBI Bandung dengan UiTM terutama dalam bidang guess lecture dan joint research. Rektor ISBI Bandung juga menyampaikan informasi tentang rencana pelaksanaan Festival Kesenian Indonesia 2020, yang akan dilaksanakan pada bulan Oktober 2020 dimana ISBI Bandung akan menjadi tuan rumahnya sekaligus mengundang secara khusus kepada UiTM untuk berpartisipasi dan ikut serta mengisi program Festival Kesenian Indonesia 2020.
    Setelah serangkaian sambutan yang telah disampaikan, dilanjutkan dengan penandatangan MoU antara ISBI Bandung dengan UiTM. Bertindak sebagai saksi Penandatangan MoU dari ISBI Bandung adalah Dekan FSRD sedangkan saksi dari UiTM adalah Dr. Nur Hisham Ibrahim selaku Imbalan Rektor Penyelidikan Jaringan Industri dan Masyarakat. Setelah penandatangan dilanjutkan dengan pertemuan antara ISBI Bandung dengan Fakultas Seni Lukis dan Seni Reka UiTM untuk membahas lebih dalam mengenai program-program apa saja yang bisa dilakukan antara kedua belah pihak sebagai tindak lanjut atas penandatangan MoU.

  • Pameran Foto 'Helar Ciptagelar'

    Merasa kehilangan masyarakat adat sejak zaman kakek buyutnya, suku Alifuru, Ambon, Maluku, Ardiles Akyuwen tertarik untuk mengangkat tema masyarakat adat dalam tugas akhir penciptaan (pameran fotografi) pada sekolah Pascasarjana ISBI Bandung.
    Setelah melakukan perbandingan beberapa kampung adat, akhirnya kampung adat Ciptagelar terpilih menjadi obyek.
    'Saat pertama memasuki suatu kampung lalu memasuki satu rumah dan di luar hujan deras, itu tandanya kamu diterima di kampung itu', berdasar kepercayaan turun-temurun di sukunya, dan itu terjadi, maka Ardiles melanjutkan penelitian di kampung adat Ciptagelar.

  • Paméran Fotografi “SEMESTA” Karya Mahasiswa Seméster 1 ISBI Bandung


    (Foto: Paméran Fotografi “SEMESTA” Karya Mahasiswa Seméster 1 ISBI Bandung)

    Mahasiswa Seméster 1 dina program studi Télevisi & Film ISBI Bandung ngagelar paméran hasil karya ahir dina mata kuliah fotografi dasar nyaéta “SEMESTA”, anu diayakeun di GOS Patanjala ISBI Bandung kaping 18 februari 2020 dugika 20 februari 2020. Dr. Sri Rustiyanti, S.Sen., M.Sn salaku Dekan Fakultas Budaya & Media ISBI Bandung nyatakeun pendapat na ngeunaan paméran fotografi "SEMESTA". "Paméran fotografi ieu tiasa disasarkeun kana mayapada dimana rohangan sareng wanci aya di dinya. Anu ngagaduhan sumanget sareng énergi supados murid tiasa ningalikeun hasil ieu ku ngabebukeun cahaya jadi hasil karya mangrupi poto anu gaduh pesona hirup sareng terus digulung siga bola salju. Teruskeun kreativitas "

    Katerangan selengkapna nyaéta dina Majalah Mingguan Basa Sunda Manglé No. 2771 Edisi 27 Februari 2020 sd. 4 Maret 2020 Hal. 26.

  • Partisipasi Institut Seni Budaya Indonesia Bandung pada acara Groundbreaking Gedung Pusat Kebudayaan Tionghoa Indonesia

     
    Institut Seni Budaya Indonesia Bandung berpartisipasi dalam acara peletakan batu pertama (groundbreaking) Gedung Pusat Kebudayaan Tionghoa Indonesia

     
    Acara peletakan batu pertama Gedung Pusat Kebudayaan Tionghoa Indonesia berlangsung pada hari ini, Minggu (19/01/2020) di Jl. Suryani Dalam No. 99, Kota Bandung pada pukul 10.00 WIB hingga selesai.
    Pada pembukaan acara,  ISBI Bandung mempersembahkan pertunjukan yang menarik dan apik untuk menyambut Walikota Bandung dengan Lengser yang dipadukan dengan Barongsai dan dilanjutkan dengan menampilkan tarian Rampak Kendang yang sekaligus menambah keramaian acara tersebut. Tidak sampai disitu, tarian Jaipong pun dipersembahkan oleh ISBI Bandung di akhir acara.
    Ketua Yayasan Dana Sosial Priangan menyampaikan bahwa pembangunan Gedung Pusat Kebudayaan Tionghoa Indonesia ini merupakan salah satu program untuk mengembangkan kebudayaan Tionghoa di Bandung. Tujuannya adalah agar masyarakat dapat lebih mengenal kebudayaan Tionghoa di bangsa Indonesia, menjadi sarana mengembangkan potensi agar dapat berkontribusi untuk lebih mengembangkan budaya nusantara yang beragam agar mengharumkan bangsa.
    Seperti yang diungkapkan oleh guru besar ITB Prof. Dr. Setiawan, perlu peran penting dan koordinasi nyata antara pemerintah, akademisi perguruan tinggi, budayawan, seniman, serta tokoh masyarakat untuk secara bersama-sama mengkaji kebudayaan Tionghoa.
    Pada akhirnya, menurut Walikota Bandung, kebudayaan bersifat multidimensi  yang banyak manfaatnya untuk masyarakat. Merupakan karya kreatif dari proses interaksi sesama manusia, manusia dengan alam, dan manusia dengan Tuhannya. Bernilai estetik dan mengusung etika dan moalitas, sehingga kebudayaan dapat menjadi salah satu pembentuk karakter manusia. Di era modernisasi ini, merupakan tanggung jawab kita bersama untuk membangun kota dengan masyarakatnya yang beragam karakter budaya, yang secara bersama sama hidup dengan penuh toleransi.

    Turut hadir Rektor ISBI Bandung, Warek Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ISBI Bandung, Ka. LPPM ISBI Bandung, Dekan dan Dosen FSRD ISBI Bandung, Ibu Hj. Popong Otje Djunjunan atau biasa dipanggil Ceu Popong, Kapolrestabes Bandung beserta jajarannya, Dewan Pembina Yayasan Dana Sosial Priangan, Tokoh Tionghoa Nasional, Tokoh Masyarakat, dan tak luput pula dihadiri oleh para seniman dan budayawan.

    -Majulah Keberagaman Budaya Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika-

  • Penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara Institut Seni Budaya Indonesia Bandung dengan Pemerintah Daerah Kota Cimahi

     
      
    Penandatanganan Perjanjian Kerjasama Antara Institut Seni Budaya Indonesia Bandung dengan Pemerintah Daerah Kota Cimahi
    Kamis (27/02/2020) Dalam upaya melanjutkan peningkatan kompetensi sumber daya manusia, inovasi dan inkubator bisnis, pengembangan ekonomi lokal, pemberdayaan masyarakat, penelitian dan pengembangan bidang seni dan budaya Kota Cimahi, Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung melakukan perpanjangan Penandatanganan Nota Kesepahaman dengan Pemerintah Daerah Kota Cimahi kemarin (26/02/2020) pada acara Penandatanganan Kerjasama dan Kick-Off Pelaksanaan Kelitbangan Kota Cimahi Tahun 2020 yang bertempat di Aula Gedung A Pemerintah Daerah Kota Cimahi, Jl. Rd. Demang Hardjakusumah, Blok Jati, Cihanjuang, Cimahi. Nota Kesepahaman ini ditandatangi oleh Wali Kota Cimahi Ir. H. Ajay Muhammad Priatna, M.M. dan Rektor ISBI Bandung yang diwakilkan oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Sistem Informasi dan Kerjasama Dr. Suhendi Afryanto, S.Kar., M.M.

  • Pendaftar SNMPTN 2020 ISBI Bandung Melebihi Kuota yang Disediakan

    Over Kuota SNMPTN 2020_1
    Terima kasih kepada para pejuang SNMPTN yang sudah mendaftar ke ISBI Bandung, alhamdulillah yang mendaftar melebihi kuota yang sudah disediakan.
    SEMANGART SELALU YA

  • Pendaftaran SNMPTN bagi Penerima KIP Kuliah

    SIARAN PERS Nomor: 05/sipers/ltmpt/II/2020 tentang Pendaftaran SNMPTN bagi Penerima KIP Kuliah
    Semoga bisa menjawab beberapa pertanyaan dari calon mahasiswa baru yang ingin mendaftar SNMPTN menggunakan KIP-Kuliah. Silahkan dipelajari setiap tahapannya.

    Sumber: (ltmpt.ac.id)

  • Peringatan Hari Lahir Pancasila
  • Pikiran Rakyat "STSI Akan Berubah Menjadi ISBI"

    BANDUNG, (PRLM).- Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Bandung dipastikan akan segera berubah menjadi Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung. Hal itu mengemuka pada seminar "Menyongsong Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung", di Hotel Horison, Jln. Pelajar Pejuang, Bandung, Selasa (23/02/2014).

    Ketua STSI, Dr. Een Herdiani, SST, M.Hum yang membuka seminar ini mengatakan, perubahan STSI menjadi ISBI embrionya sudah muncul dari banyaknya doktor bidang seni budaya yang dilahirkan STSI. Selain itu, peningkatan akreditasi prodi yang ada di STSI menjadi bagian dari embrio perubahan statuta STSI tersebut.

    Een berharap, dengan perubahan status STSI menjadi ISBI akan semakin banyak generasi muda yang tertarik pada seni budaya. Seni juga dapat dipersandingkan dengan ilmu-ilmu lain.

    Sementara itu, disampaikan oleh Prof. Iyus Rusliana, perubahan STSI menjadi ISBI tidak akan bentrok dengan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) yang ada di Unpad. Sebab ISBI memungkinkan akan lebih menapak pada budaya Sunda sedangkan FIB Unpad lebih bersifat budaya nasional.

    Kekhasan lain dari STSI kata Prof. Iyus, mempunyai bidang kajian vokasional. Sedangkan di Unpad tidak mempunyai kemampuan bidang vokasional. "Semoga keduanya memang tidak akan bentrok karena kedua lembaga ini berbeda kajiannya," demikian Prof. Iyus. 

    Pikiran Rakyat dengan link http://www.pikiran-rakyat.com/pendidikan/2014/02/25/271501/stsi-akan-berubah-menjadi-isbi 

  • Registrasi Akun LTMPT Tahap ke-2


    Registrasi Akun LTMPT Tahap ke-2, diperuntukkan bagi peserta yang akan mendaftar UTBK dan SBMPTN 2020.
    Silahkan pahami serangkaian ketentuannya.

  • Rektor beserta Civitas Akademika Institut Seni Budaya Indonesia Bandung mengucapkan Selamat Atas Terpilihnya Prof. Dr. Mohammad Nasih, SE., M.T., Ak., CMA


    Rektor beserta Civitas Akademika Institut Seni Budaya Indonesia Bandung mengucapkan Selamat Atas Terpilihnya Prof. Dr. Mohammad Nasih, SE., M.T., Ak., CMA sebagai Rektor Universitas Airlangga Periode 2020-2025.

  • Seniman Kudu Merangan Narkoba

    Mangle, Edisi 14 - 20 September 2017

  • Sherlilab dan ISBI Bandung Tampilkan Karya Meniti Jejak dan Huhh Hahh Hihh di Gedung Sunan Ambu

    Sherlilab (Sherli Novalinda Dance Laboratory), sebuah komunitas seni yang berada di kota PadangPanjang- Sumatera Barat akan menyelenggarakan pentas tour di beberapa kota di Indonesia. dua nomor pertunjukan tari kontemporer yang berjudul Meniti Jejak dan  Huhh Hahh Hihh siap dipergelarkan di Medan, Bandung, dan Padang pada September 2017. Tampil di Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung   pada tanggal 15 September  pukul 20.00 wib

  • Surat Edaran KEMENRISTEKDIKTI perihal Penetapan Jam Kerja Pada Bulan Ramadhan

  • Surat Edaran RISTEKDIKTI perihal Peringatan Hari Pancasila

     

  • Tarawangsawelas, Duo yang Kenalkan Tarawangsa ke Eropa, Maret Ini Akan Tampil di Rusia


    (Sumber Foto: TRIBUNJABAR.ID)

    Alumni Institut Seni Budaya Indonesia Bandung jurusan Karawitan, Teguh Permana dan Wisnu Ridwana yang tergabung dalam Tarawangsawelas terkenal di Eropa
    Penulis: Putri Puspita Nilawati
    Editor: taufik ismail

    TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Berkembangnya teknologi membuat generasi masa kini bisa dengan mudah membuat instrumen lagu yang diinginkan.
    Hanya dengan satu alat saja, sekarang bisa menghadirkan berbagai instrumen dari berbagai alat musik lain.
    Di balik berkembangnya alat musik modern, generasi masa kini pun sudah banyak yang meninggalkan alat musik tradisional.
    Padahal alat musik tradisional mampu menghadirkan instrumen yang memberikan energi berbeda kepada pendengarnya.
    Sadar akan menjaga kekayaan Indonesia, dua pemuda asal Bandung, Teguh Permana (tarawangsa) dan Wisnu Ridwana (jentreng) membuat grup duo dengan nama Tarawangsawelas.
    Tarawangwelas merupakan kelompok musik etnik mistikal dari Bandung, Jawa Barat.
    Mereka memainkan musik tarawangsa (gesek) dan jentreng (petik) yang merupakan alat musik tradisional dari Jawa Barat.
    Alat musik itu dikombinasikan dengan beberapa efek pedal modern, seperti psychedelical yang cukup kuat melalui komposisi drone elektronik.
    Grup duo asal Bandung ini dibentuk sejak tahun 2011 dengan nama Tarawangsawelas, kemudian sejak Juni 2019 resmi berganti nama menjadi Welas dengan alasan lebih mudah diingat dan diucapkan.

  • thejakartapost.com "Taking Gamelan Music and Indonesian Dance Worldwide"


    (Sumber foto: The Jakarta Post)

    F.X. Widaryanto’s autobiography Catatan Tiada Henti (Endless Notes) features simple and flowing narratives, making it an interesting read.
    The author, who is a doctor of arts and a senior dance lecturer at Bandung’s Institute of Indonesian Arts and Culture (ISBI), formerly called the Indonesian/ASTI Academy of Dance, told his story when he was invited to share his knowledge with other academics at the Residential College of the University of Michigan in Ann Arbor, the United States. The assignment lasted from Sept. 3, 2010, to April 30, 2011.
    One of the highlights in the book was the story of when he started a Javanese gamelan workshop during an ethnomusicology class at the University of Michigan’s North Campus.
    The gamelan rhythms are usually slow and gentle, which is very different from the fast-paced American music culture.
    But the difference is something that student participants, most of whom were foreign to gamelan, found interesting. At first, these students did not dare to beat the gamelan loudly because they were afraid of hitting the wrong tone, but over time they found their mojo slowly with the gamelan instruments.
    Other than gamelan, Widaryanto also teaches traditional Indonesian dances with some additional choreography.
    In the book, the author shared his experiences introducing the shaman dance from Aceh, Nias Island’s war and inang dances, Riau’s zapin dance, Kalimantan’s belian dayak benuaq healing dance, Sulawesi’s serep api — which shows immunity over fire — Jakarta’s Betawi mask dance and the baris gede and barong rangda dances from Bali.
    The results of Widaryanto’s work in the US is now evident with more and more foreign students becoming interested in learning gamelan and traditional Indonesian dance.
    Another interesting section in the book is the story of how Widaryanto and another dance expert, Sardono W. Kusumo, collaborated to develop the concept of a community college in the arts scene that involved Indonesian and American students.
    The concept included a student exchange, the creation of an arts education system based on creativity and the creation of arts knowledge. This autobiography, which portrays the journey and experience of sharing art with foreign students in the US, is one way to globalize the community college concept to preserve and develop arts.
    _______________

    'Catatan Tiada Henti' (Endless Notes)
    Author: F.X. Widaryanto
    Publisher: Postgraduate IKJ, Jakarta, 2019
    Size: 470 pages, 13 x 20 cm
    ISBN: 978-602-72734-3-6
    Notes: 613 words

    Sumber: https://www.thejakartapost.com/news/2020/03/02/taking-gamelan-music-and-indonesian-dance-worldwide.html#_=_
    Diakses pada: Senin, 02 Maret 2020 Pukul 09.30 WIB

Pencarian

Institut Seni Budaya Indonesia Bandung

Perguruan Tinggi yang menyelenggarakan pendidikan program Vokasi, Sarjana dan Pascasarjana dibidang Seni dan Budaya.

Jl. Buah Batu No. 212 Bandung 40265
Telp. (022)-7314982, 7315435; Fax. (022) - 7303021
Laman http://www.isbi.ac.id ; Email isbi@isbi.ac.id 

 

Pascasarjana


Fakultas Seni Pertunjukan

  • Seni Tari
  • Seni Karawitan
  • Seni Teater
  • Seni Angklung dan Musik Bambu
  • Seni Tari Sunda

Fakultas Seni Rupa dan Design

  • Seni Rupa Murni
  • Kriya Seni
  • Rias dan Busana

Fakultas Budaya dan Media

  • Antropologi Budaya
  • Film dan Televisi

Lembaga


Unit Pelaksana Teknis

  • UPT Perpustakaan
  • UPT Teknologi Informasi
  • UPT Ajang Gelar dan Busana Pertunjukan
  • UPT Kantor Urusan Internasional

Biro Akademik dan Umum

  • Bag. Akademik dan Kemahasiswaan
    • Subbag. Akademik
    • Subbag. Kemahasiswaan
  • Bag. Perencanaan, Kerjasama dan Hubungan Masyarakat
    • Subbag. Perencanaan
    • Subbag. Kerja sama dan Hubungan Masyarakat
  • Bagian Umum dan Keuangan
    • Subbag. Keuangan
    • Subbag. Tata Usaha, Hukum dan Kepegawaian
    • Subbag. Rumah Tangga dan Barang Milik Negara